Dalam bayangan semu aku menari
Riuh riuh hentakan kaki
Menikmati aroma senandung
Berpesta dengan keheningan
Bercanda ria dengan sunyi
Tertawa dengan kehampaan
Merah meriah gelak tawa tanpa suara
Memekik telinga yg tuli
Sayup sayup kata kata memancing kebisuan
Gemuruh nada tanpa musik
Mengiringi tarian rindu
Sunyi.. senyap..
Nur Asyifa
I started it with a love, and then it makes me feel like I am a clever poet. happy, sad, cry, smile, laugh it makes me feel more stronger and then I just wanna write something, maybe about my stories, my experiences or maybe all my dreams
Rabu, 23 Agustus 2017
Selasa, 20 Juni 2017
Penggenap Iman
Untukmu yang masih menjadi Rahasia-Nya
Sosok penggenap iman
Induk tulang rusukku
Perlu kau ketahui
Aku tidak akan menunggumu
Aku tidak akan mengaharapkanmu
Biarlah Allah yang mempertemukan kita
Dengan cinta atas Nama-Nya
Cinta yang berlabuh Karena-Nya
Aku percaya akan Janji-Nya
Bahwa aku hanya perlu bersabar
Menikmati sebuah proses menunggu
Dengan diiringi perbaikan diri
Dan menerima Takdir-Nya
Maafkan aku jika..
Perempuan yang kau temukan adalah aku
Aku yang tidak sesempurna yang engkau impikan
Aku yang tidak secerdas yang engkau pikirkan
Dan aku yang tidak seshalihah yang engkau harapkan
Pantaskah diri ini berharap engkau perjuangkan
Pantaskah aku mengharapkan engkau
Yang begitu taat Pada-Nya
Sementara aku dalam kelalaian
Aku berjuang memperbaiki diri
Agar kelak pantas bersanding disampingmu
Dengan niat awal demi kepantasanku
Tapi aku jatuh cinta Pada-Nya
Bahkan mungkin melebihi cintaku padamu
Sosok penggenap iman
Induk tulang rusukku
Perlu kau ketahui
Aku tidak akan menunggumu
Aku tidak akan mengaharapkanmu
Biarlah Allah yang mempertemukan kita
Dengan cinta atas Nama-Nya
Cinta yang berlabuh Karena-Nya
Aku percaya akan Janji-Nya
Bahwa aku hanya perlu bersabar
Menikmati sebuah proses menunggu
Dengan diiringi perbaikan diri
Dan menerima Takdir-Nya
Maafkan aku jika..
Perempuan yang kau temukan adalah aku
Aku yang tidak sesempurna yang engkau impikan
Aku yang tidak secerdas yang engkau pikirkan
Dan aku yang tidak seshalihah yang engkau harapkan
Pantaskah diri ini berharap engkau perjuangkan
Pantaskah aku mengharapkan engkau
Yang begitu taat Pada-Nya
Sementara aku dalam kelalaian
Aku berjuang memperbaiki diri
Agar kelak pantas bersanding disampingmu
Dengan niat awal demi kepantasanku
Tapi aku jatuh cinta Pada-Nya
Bahkan mungkin melebihi cintaku padamu
Rabu, 07 Juni 2017
Coffee
Kopi itu pahit
Tapi kita bisa mencampur gula
Jika ingin menikmatinya
Namun? Adakah yang lebih pahit dari kopi
Oh.. tentu banyak sekali
Salah satunya harapan
Kenapa harapan?
Karena mereka tidak pasti
Bukan disakiti yang membuat kita bersedih
Gundah gulana
Tapi harapan-harapan
Yang terlanjur menjulang
Untuk kemudian jatuh berserak-serak
Bersama bulir-bulir tetesan hujan
Tapi kita bisa mencampur gula
Jika ingin menikmatinya
Namun? Adakah yang lebih pahit dari kopi
Oh.. tentu banyak sekali
Salah satunya harapan
Kenapa harapan?
Karena mereka tidak pasti
Bukan disakiti yang membuat kita bersedih
Gundah gulana
Tapi harapan-harapan
Yang terlanjur menjulang
Untuk kemudian jatuh berserak-serak
Bersama bulir-bulir tetesan hujan
Celoteh Pagi
Jarum jam berdetak
Alarm bersiul
Membangunkan pagi yang menggigil
Samar-samar cahaya mentari
Berselimut diantara taburan embun pagi
Sunyi.. Senyap.. Sepi..
Riak-riak manusia berceloteh
Bercerita tentang kebersamaan
Yang terkadang mengundang cemburu
Kau tak tau bagaimana nikmatnya dalam kesendirian
Meskipun ramai-ramai orang berkata
Berdua itu teramat menyenangkan
Ah... mungkin kau belum merasakannya
Tutur ramai orang berkata
Entahlah... mungkin kau benar
Tapi bukan tidak mungkin kau salah
Alarm bersiul
Membangunkan pagi yang menggigil
Samar-samar cahaya mentari
Berselimut diantara taburan embun pagi
Sunyi.. Senyap.. Sepi..
Riak-riak manusia berceloteh
Bercerita tentang kebersamaan
Yang terkadang mengundang cemburu
Kau tak tau bagaimana nikmatnya dalam kesendirian
Meskipun ramai-ramai orang berkata
Berdua itu teramat menyenangkan
Ah... mungkin kau belum merasakannya
Tutur ramai orang berkata
Entahlah... mungkin kau benar
Tapi bukan tidak mungkin kau salah
Senin, 12 Desember 2016
Ceritaku
Duhai pena
Inginkah kau mendengar ceritaku
Aku ingin bercerita banyak padamu
Rasanya sungguh sudah terlalu lama kita tak bersua
Aku merindukan saat dimana
Aku menorehkanmu pada secarik kertas
Jemariku bergerak beraturan
Mengikuti irama hatiku saat itu
Masihkah kau ingin mendengarnya lagi
Cerita-cerita tentang aku dan dirinya
Aku merindu ketika aku bercerita
Kepada layar komputerku
Bersenda gurau hingga lantunan tuts dijemari
Berirama mengikuti gerakannya
Aku merindu ketika aku menyepi dalam gelap
Untuk kemudian menemukan diriku dalam riuhnya kehidupan
Apakah disana kau merasa jenuh?
Mendengar keluh kesahku
Mendengar setiap tawa? Derai air mata?
Aku tak tau siapa yang aku ceritakan kepadamu
Karna sudah terlalu banyak hati yang datang dan pergi
Namun tak untuk singgah
Sekedar berlalu lalang untuk kemudian pergi
Adakah ingin kau untuk pergi juga?
Meninggalkan semua ceritaku, mimpiku atau anganku
Katakanlah bahwa kau ingin selalu mendengar ceritaku
Ingin selalu mendengar tawa dan tangisku
Dan untuk tinggal disampingku
Inginkah kau mendengar ceritaku
Aku ingin bercerita banyak padamu
Rasanya sungguh sudah terlalu lama kita tak bersua
Aku merindukan saat dimana
Aku menorehkanmu pada secarik kertas
Jemariku bergerak beraturan
Mengikuti irama hatiku saat itu
Masihkah kau ingin mendengarnya lagi
Cerita-cerita tentang aku dan dirinya
Aku merindu ketika aku bercerita
Kepada layar komputerku
Bersenda gurau hingga lantunan tuts dijemari
Berirama mengikuti gerakannya
Aku merindu ketika aku menyepi dalam gelap
Untuk kemudian menemukan diriku dalam riuhnya kehidupan
Apakah disana kau merasa jenuh?
Mendengar keluh kesahku
Mendengar setiap tawa? Derai air mata?
Aku tak tau siapa yang aku ceritakan kepadamu
Karna sudah terlalu banyak hati yang datang dan pergi
Namun tak untuk singgah
Sekedar berlalu lalang untuk kemudian pergi
Adakah ingin kau untuk pergi juga?
Meninggalkan semua ceritaku, mimpiku atau anganku
Katakanlah bahwa kau ingin selalu mendengar ceritaku
Ingin selalu mendengar tawa dan tangisku
Dan untuk tinggal disampingku
Selasa, 09 Agustus 2016
Rindu
Rindu memanggilmu dalam senyap
Menelisik dalam jerami
Berdetak dalam jarum jam
Riuh dalam angin
Bergemuruh dalam jiwa
Adakah yang lebih gelisah dari rindu?
Seutas harapan berayun
Mengaduk bersama kopi
Menari dalam siulan
Berlari-lari dipucuk gelas
Oh rindu...
Hati yang gelisah lebih menyakitkan
Dibandingkan patah hati
Menelisik dalam jerami
Berdetak dalam jarum jam
Riuh dalam angin
Bergemuruh dalam jiwa
Adakah yang lebih gelisah dari rindu?
Seutas harapan berayun
Mengaduk bersama kopi
Menari dalam siulan
Berlari-lari dipucuk gelas
Oh rindu...
Hati yang gelisah lebih menyakitkan
Dibandingkan patah hati
Minggu, 07 Agustus 2016
Cinta
Bagiku
Cinta itu tidak pernah nyata
Bagaimana bisa aku membuatnya nyata
Jika pada akhirnya aku tertegun patah hati
Bagaimana mungkin semua tampak nyata
Jika cinta itu sendiri tak bisa aku mengerti
Aku belajar banyak dalam hidup
Begitu pula dengan cinta
Tidak ada yang kutemukan dalam cinta
Yang tersisa hanya puing-puing kekecewaan
Bagaimana bisa kau percaya cinta
Jika akhirnya air mata yang berbicara
Jika pada akhirnya gelisah yang membelenggu
Jika pada akhirnya terhempas bersama angin
Biarlah...
Cinta tidak pernah menjadi nyata bagiku
Tetapi...
Mimpiku akan selalu menjadi nyata
Dan harus menjadi nyata
Cinta itu tidak pernah nyata
Bagaimana bisa aku membuatnya nyata
Jika pada akhirnya aku tertegun patah hati
Bagaimana mungkin semua tampak nyata
Jika cinta itu sendiri tak bisa aku mengerti
Aku belajar banyak dalam hidup
Begitu pula dengan cinta
Tidak ada yang kutemukan dalam cinta
Yang tersisa hanya puing-puing kekecewaan
Bagaimana bisa kau percaya cinta
Jika akhirnya air mata yang berbicara
Jika pada akhirnya gelisah yang membelenggu
Jika pada akhirnya terhempas bersama angin
Biarlah...
Cinta tidak pernah menjadi nyata bagiku
Tetapi...
Mimpiku akan selalu menjadi nyata
Dan harus menjadi nyata
Langganan:
Komentar (Atom)