Duhai pena
Inginkah kau mendengar ceritaku
Aku ingin bercerita banyak padamu
Rasanya sungguh sudah terlalu lama kita tak bersua
Aku merindukan saat dimana
Aku menorehkanmu pada secarik kertas
Jemariku bergerak beraturan
Mengikuti irama hatiku saat itu
Masihkah kau ingin mendengarnya lagi
Cerita-cerita tentang aku dan dirinya
Aku merindu ketika aku bercerita
Kepada layar komputerku
Bersenda gurau hingga lantunan tuts dijemari
Berirama mengikuti gerakannya
Aku merindu ketika aku menyepi dalam gelap
Untuk kemudian menemukan diriku dalam riuhnya kehidupan
Apakah disana kau merasa jenuh?
Mendengar keluh kesahku
Mendengar setiap tawa? Derai air mata?
Aku tak tau siapa yang aku ceritakan kepadamu
Karna sudah terlalu banyak hati yang datang dan pergi
Namun tak untuk singgah
Sekedar berlalu lalang untuk kemudian pergi
Adakah ingin kau untuk pergi juga?
Meninggalkan semua ceritaku, mimpiku atau anganku
Katakanlah bahwa kau ingin selalu mendengar ceritaku
Ingin selalu mendengar tawa dan tangisku
Dan untuk tinggal disampingku
I started it with a love, and then it makes me feel like I am a clever poet. happy, sad, cry, smile, laugh it makes me feel more stronger and then I just wanna write something, maybe about my stories, my experiences or maybe all my dreams
Senin, 12 Desember 2016
Selasa, 09 Agustus 2016
Rindu
Rindu memanggilmu dalam senyap
Menelisik dalam jerami
Berdetak dalam jarum jam
Riuh dalam angin
Bergemuruh dalam jiwa
Adakah yang lebih gelisah dari rindu?
Seutas harapan berayun
Mengaduk bersama kopi
Menari dalam siulan
Berlari-lari dipucuk gelas
Oh rindu...
Hati yang gelisah lebih menyakitkan
Dibandingkan patah hati
Menelisik dalam jerami
Berdetak dalam jarum jam
Riuh dalam angin
Bergemuruh dalam jiwa
Adakah yang lebih gelisah dari rindu?
Seutas harapan berayun
Mengaduk bersama kopi
Menari dalam siulan
Berlari-lari dipucuk gelas
Oh rindu...
Hati yang gelisah lebih menyakitkan
Dibandingkan patah hati
Minggu, 07 Agustus 2016
Cinta
Bagiku
Cinta itu tidak pernah nyata
Bagaimana bisa aku membuatnya nyata
Jika pada akhirnya aku tertegun patah hati
Bagaimana mungkin semua tampak nyata
Jika cinta itu sendiri tak bisa aku mengerti
Aku belajar banyak dalam hidup
Begitu pula dengan cinta
Tidak ada yang kutemukan dalam cinta
Yang tersisa hanya puing-puing kekecewaan
Bagaimana bisa kau percaya cinta
Jika akhirnya air mata yang berbicara
Jika pada akhirnya gelisah yang membelenggu
Jika pada akhirnya terhempas bersama angin
Biarlah...
Cinta tidak pernah menjadi nyata bagiku
Tetapi...
Mimpiku akan selalu menjadi nyata
Dan harus menjadi nyata
Cinta itu tidak pernah nyata
Bagaimana bisa aku membuatnya nyata
Jika pada akhirnya aku tertegun patah hati
Bagaimana mungkin semua tampak nyata
Jika cinta itu sendiri tak bisa aku mengerti
Aku belajar banyak dalam hidup
Begitu pula dengan cinta
Tidak ada yang kutemukan dalam cinta
Yang tersisa hanya puing-puing kekecewaan
Bagaimana bisa kau percaya cinta
Jika akhirnya air mata yang berbicara
Jika pada akhirnya gelisah yang membelenggu
Jika pada akhirnya terhempas bersama angin
Biarlah...
Cinta tidak pernah menjadi nyata bagiku
Tetapi...
Mimpiku akan selalu menjadi nyata
Dan harus menjadi nyata
Sunyi
Kau tau?
Aku baik-baik saja
Sebelum aku merasa dada ini begitu sesak
Sebelum dunia begitu terasa sunyi kurasa
Waktu pun bertanya-tanya
Bagaimana mungkin kau begitu merasa sunyi
Ketika dentingan suara di ponselmu berbunyi setiap waktu
Ketika dering telpon berkali-kali memanggil
Ketika ramai orang-orang bertanya kabarmu hari ini
Ketika setiap rangkaian pesan-pesan yang kau terima sebentuk perhatian
Lantas apakah yang membuatmu begitu merasa sunyi?
Akupun menjawab
Jiwaku terasa begitu sunyi
Ketika udara menjadi keringat
Ketika rindu menjadi gelisah
Mereka begitu pekat
Merasuk kedalam sela-sela jantungku
Memancing lebih banyak rindu yang berkeliaran
Menciptakan sunyi yang lebih nyata
Aku baik-baik saja
Sebelum aku merasa dada ini begitu sesak
Sebelum dunia begitu terasa sunyi kurasa
Waktu pun bertanya-tanya
Bagaimana mungkin kau begitu merasa sunyi
Ketika dentingan suara di ponselmu berbunyi setiap waktu
Ketika dering telpon berkali-kali memanggil
Ketika ramai orang-orang bertanya kabarmu hari ini
Ketika setiap rangkaian pesan-pesan yang kau terima sebentuk perhatian
Lantas apakah yang membuatmu begitu merasa sunyi?
Akupun menjawab
Jiwaku terasa begitu sunyi
Ketika udara menjadi keringat
Ketika rindu menjadi gelisah
Mereka begitu pekat
Merasuk kedalam sela-sela jantungku
Memancing lebih banyak rindu yang berkeliaran
Menciptakan sunyi yang lebih nyata
Langganan:
Komentar (Atom)